Kajian Aspek Sosial dan Lingkungan di Desa Ronta: Forum Diskusi untuk Kesejahteraan dan Pelestarian Warisan Lokal
Kajian Aspek Sosial dan Lingkungan di Desa Ronta: Forum Diskusi untuk Kesejahteraan dan Pelestarian Warisan Lokal
Desa Ronta – Pada Hari Rabu 06 November 2024, Balai Desa Tepo Asoa menjadi tempat berkumpulnya berbagai pemangku kepentingan dalam acara Kajian Aspek Sosial dan Lingkungan. Kegiatan ini digagas oleh PT Cipta Agro Nusantara (CAN) dengan dukungan dari DAIMETER Konsultan sebagai fasilitator utama. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ronta, perangkat desa, pimpinan PT CAN, DAIMETER Konsultan, serta Perwakilan perwakilan masyarakat Desa Ronta, dengan tujuan untuk menggali dan mengumpulkan informasi terkait ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam, sumber penghidupan ekonomi, serta keberadaan situs budaya yang disakralkan oleh komunitas lokal.
Agenda Forum Group Discussion: Menggali Kearifan Lokal dan Ketergantungan pada Alam
Kegiatan ini berbentuk Forum Group Discussion (FGD), yang dipandu oleh DAIMETER Konsultan. Metode ini dirancang untuk mendalami interaksi masyarakat dengan lingkungan sekitar, khususnya bagaimana masyarakat menggantungkan kehidupan mereka pada sumber daya alam yang ada. Diskusi juga bertujuan untuk memahami sejauh mana penghidupan ekonomi warga desa bergantung pada kekayaan alam sekitar serta memeriksa situs-situs budaya yang dianggap sakral dan memiliki nilai historis yang tinggi bagi masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari upaya ini, para peserta didorong untuk berbagi informasi tentang praktik tradisional yang selama ini mereka lakukan dalam memanfaatkan alam, sekaligus upaya mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, perwakilan masyarakat memberikan masukan terkait berbagai jenis tumbuhan, sumber air, dan area penting lainnya yang memiliki peran vital dalam menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, seperti perikanan, pertanian, dan pengumpulan hasil hutan.
Menjaga Situs Budaya Keramat: Pelestarian Warisan Leluhur
Pada sesi kedua, perhatian beralih kepada situs-situs budaya yang dikeramatkan oleh komunitas Desa Ronta. Perwakilan dari kalangan tokoh adat dan masyarakat mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait potensi kerusakan terhadap situs-situs ini akibat aktivitas pembangunan. Diskusi mencakup daftar situs-situs yang dianggap sakral, lokasi dan cerita di balik masing-masing situs, serta aturan adat yang mengatur keberadaan dan pemanfaatannya.
DAIMETER Konsultan mendengarkan dengan seksama berbagai pandangan ini dan mendokumentasikannya agar situs-situs budaya tersebut mendapat perlindungan yang layak dan sesuai dengan aturan yang disepakati. Perwakilan PT CAN juga menyatakan komitmennya untuk menghormati nilai-nilai budaya lokal dan akan melakukan penyesuaian terhadap rencana kerja perusahaan agar tidak merusak situs-situs sakral ini.
Komitmen Bersama untuk Keberlanjutan dan Kesejahteraan
Pada akhir diskusi, PT CAN menegaskan niatnya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Desa Ronta melalui sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan dengan semua pihak. Kepala Desa Ronta menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas inisiatifnya dalam melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan sumber daya alam dan pelestarian situs budaya.
Seluruh peserta menyepakati pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga masyarakat Desa Ronta dapat memperoleh manfaat dari kegiatan pembangunan tanpa kehilangan identitas budaya dan lingkungan yang telah lama mereka jaga.